ungkapan rasa ungkapan hati

October 3, 2007

Einstein (cerita yang menurut gw, lugu banget!)

Filed under: cerita tidak pendek - Administrator @ 6:00 pm

Aku punya seorang teman, namanya Einstein, tapi jangan dulu berpikir kalau dia itu sepintar Einstein. Dia hanyalah seorang anak laki-laki yang, yah… bisa dibilang standar ke bawah lah. Kami berteman baik sejak masih tingkat satu. Dulu dia dikenal sebagai anak yang sangat penakut. Dia bahkan dapat menangis melihat bayangannya sendiri. Badannya kurus dan mukanya terlihat sangat memelas. Ditambah dengan kacamata besarnya, mukanya seperti memancing anak-anak di daerah ini untuk mengganggunya. Terutama si Bolly dan Willy, The Two Towers, dua kakak beradik tetangga kami yang berwajah garang dan bertubuh besar, sering mengganggu dan menjailinya. Ketika Einstein menangis menghadapi perlakuan kedua bersaudara itu, nampaknya ia justru membuat suatu kesalahan besar. Karena, saat itulah sepertinya The Two Towers makin menjadi-jadi mengusili Einstein. Aku, sebagai satu-satunya teman Einstein, memang seharusnya ikut menolongnya. Tapi, aku ini, yang hanya memiliki ukuran tubuh yang standar, hanya bisa melongo dan menanti sampai mereka puas menjahili Einstein. Jangankan meolong, tidak ikut diikutsertakan dalam permainan itu saja aku sudah bersyukur. The Two Towers baru berhenti apabila Nyonya Wilson, ibu Einstein, datang sambil membawa sapu dan bersiap siap menghajar siapa saja yang berani mengganggu anaknya. Nyonya Wilson memang sangat sayang kepada anaknya yang semata wayang itu.

Walaupun sering diperlakukan tidak baik Einstein selalu bersikap ramah dan baik kepada orang lain. Aku juga yakin kalau dia tidak memiliki sedikitpun perasaan untuk membalas dendam kapada mereka yang menjahilinya. Pernah suatu hari ketika dia berniat menolong Tuan Edward untuk membawa barang belanjaannya, dia justru mendapat makian dan cemoohan dari laki-laki beralis tebal dan berkumis panjang itu. Einstein hanya dapat diam lalu pergi sambil menangis. Akulah orang pertama yang menghiburnya ketika dia sedang bersedih. kees

Ketika kami sama-sama duduk di kelas delapan ia mengatakan padaku bahwa ia ingin menjadi kuat dan pintar agar dihormati orang lain. Memang bukan keinginan yang mudah untuk dicapai oleh anak seperti dia, namun sebagai temannya aku akan selalu  mendukungnya. Mulai hari itu dia berusaha untuk mencapai cita-citanya. Dia mulai belajar karate dan latihan kebugaran. Mengambil kursus bahasa Jepang dan Perancis. Tapi malang, baru dua minggu berjalan dia sudah mengeluh. Dia mulai bosan dan merasa bahwa apa yang dia lakukan selama ini tidak ada gunanya. Dia mulai memaki dan menyalahkan dirinya sendiri. Tapi aku berusaha membujuknya untuk tetap bertahan dan berjuang agar keinginannya dulu dapat tercapai. Aku katakan bahwa putus asa hanya dimiliki oleh seorang pengecut, dan terus berusaha hanya dimiliki oleh seorang pemenang. Mendengar apa yang ku katakan itu dia kembali bersemangat. Dia memelukku dan mengucapkan terima kasih atas semua dukunganku.

Hari berganti hari dan waktu terus berjalan. Aku melihat perubahan luar biasa pada diri Einstein. Badannya mulai terlihat besar dan kekar, bacaannya bukan lagi komik atau majalah anak-anak, melainkan novel, novel berbahasa Perancis ataupun Jepang !!, tapi dia tetap ramah dan baik pada semua orang. Perubahan itu tidak membuat Bowi bersaudara untuk berhenti mengganggu Einstein. Hingga suatu hari ketika mereka mau melakukan aksinya, mereka mendapat hadiah tinju keras ditambah tendangan maut milik Einstein. Mereka lari tunggang langgang tanpa mempedulikan celana mereka yang tertinggal. Sejak saat itu tidak ada lagi yang berani mengganggu Einstein. Mereka mulai menerima dan menghormatinya.

Hal yang paling aku banggakan darinya ialah, karena dia mampu mencapai keinginannya dengan usaha kerasnya sendiri. Karena pada dirinya terdapat semangat yang sangat besar yang mampu mengubah suatu kemustahilan menjadi suatu yang mungkin. Dan satu lagi, dia tidak mengubah posisiku dalam daftar nama teman-temannya. Aku masih di urutan pertama!.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://berbagipikiran.blogsome.com/2007/10/03/einstein-cerita-yang-menurut-gw-lugu-banget/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

-->
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service