ungkapan rasa ungkapan hati

October 3, 2007

My lovely Nadya (gw yakin, ini juga tulisan gw!!! :D)

Filed under: cerita tidak pendek - Administrator @ 5:59 pm

Suatu hari aku lagi asik ngliatin foto seseorang yang very special. Namanya Nadya, temen sekelasku. Orangnya pendiam, manis, cantik, ramah, and pintar. Pokoknya, semua yang aku suka ada di dirinya. Aku kenal dia baru ketika kami sekelas di kelas IPA 3. Pertama kali aku liat dia, aku langsung suka. Hari pertama masuk sekolah kerjaanku cuma ngeliatin dia. Kalo misalnya ada yang nyuruh aku ngeliatin dia seharian, aku yakin, aku pasti kuat.

Suatu hari ada tugas kelompok Biologi, dan kami sekelas disuruh buat bikin kelompok kerja. Kelas kami dibagi menjadi lima kelompok. Dan kamu pasti udah bisa nerka, aku satu kelompok sama Nadya. Deg..deg… aku langsung kegirangan, tapi cuma di dalem hati. Malu dong kalo ketawan yang lain. Sehari setelah diberi tugas itu kami langsung mulai kerja. Eh.. gak disangka lo, ternyata walaupun pendiem, dia itu enak juga diajak ngobrol. Kalo aku ngobrol sesuatu sama dia, pasti bisa nyambung. Mulai dari musik, olahraga, sampe novel, dia ngerti semua. Emang bener-bener cewek idamanku. Klo kami udah ngobrol, dunia serasa milik kami berdua. Tugas Biologi pun kadang-kadang jadi terlupakan.

Mulai hari itu kami makin akrab. Aku sering nelpon ke rumahnya. Basa basi nanya PR, pelajaran, atau sekedar ngobrol biasa. Gak cuma aku aja yang nelpon, dia juga mulai suka nelpon aku. Untungnya kami tau diri, jadinya kalo nelpon pun, kami gak pernah lebih dari lima belas menit. Aku jadi makin suka sama dia, tapi dia gak tau klo aku itu sebenernya suka ama dia, soalnya aku gak pernah sekalipun nyoba buat ngomong ke dia. Sebenernya aku pengen ngomong kalo aku itu sebenernya suka sama dia, tapi aku takut nanti jadinya malah persahabatan kami retak. Dia juga pernah ngomong kalo dia itu gak bakalan pacaran sampe dia udah lulus kuliah. Itu tekad dia, yang sekaligus buat aku ciut. Lama emang. Kami baru kelas 3 smu, dan aku sadar kalo kami itu masih terlalu kecil buat menjalin janji, masih labil, masih bau kencur, and masih gampang kebawa emosi.

Ebtanas tinggal satu bulan lagi, itu artinya gak lama lagi aku and Nadya harus pisah. Sedih rasanya harus pisah sama orang yang bener-bener aku sayangin. Dia pernah bilang setelah lulus smu ini dia mau ngelanjutin kuliah di Bandung, tempat asalnya. Sedangkan aku paling gak jauh-jauh dari Yogyakarta ini, kota di mana aku dilahirkan. Itu berarti sebulan atau dua bulan lagi kami akan berpisah, sambil dibatasi oleh jauhnya Bandung dan Yogya. “Namanya juga hidup, kalo ada pertemuan pasti ada perpisahan”, cuma itu yang biasanya aku katakan buat menghibur diriku sendiri.

Satu bulan pun berlalu, dan saat itu pun akhirnya tiba juga, saat di mana kami harus berpisah. Setelah sekian lama kami berteman, dan sekian lama juga aku memendam perasaanku ke Nadya, akhirnya kami harus berpisah. Tapi sebelum kami berpisah, sehari sebelum Nadya pindah ke Bandung, ada kekuatan, yang entah dari mana asalnya, memaksa aku supaya ngomong ke Nadya tentang apa yang ada di dalam hatiku ini. Seperti tanpa kendali, ketika seharusnya aku mengucapkan kata-kata selamat tinggal, justru kata-kata yang gak pernah aku bayangin bakalan keluar akhirnya justru aku ungkapin, “Aku suka kamu”. Dan ketika itu, aku bisa dengan jelas melihat muka Nadya yang terkejut mendengar tiga buah kata yang baru keluar begitu saja dari mulutku. Bagaimana pun aku harus mengatakannya, dan aku udah siap untuk menghadapi segala konsekuensinya. Tapi, tidak seperti yang aku bayangkan sebelumnya, dia akan marah, nangis, and akhirnya persahabatan kami retak, tapi aku malah melihat senyumnya yang manis menghiasi wajahnya yang dari dulu memang sudah terlihat cantik. Sambil tersenyum dia bilang, “Sebenernya aku juga udah lama suka sama kamu, aku suka sama sikap kamu yang selalu baik sama semua orang, tapi aku takut kalo mau ngungkapin perasaanku ini. Aku takut persahabatan kita justru terganggu. Tapi setelah mendengar kata-kata kamu tadi, aku jadi berharap semoga kita akan bertemu lagi di lain waktu. Dan ketika itu, kita berdua udah sama-sama  besar, dan udah sama-sama bisa mengontrol emosi kita masing-masing. Dan saat itulah aku akan mulai untuk menerima cintamu. Tapi, jangan tutup diri kamu untuk orang lain, yang mungkin jauh lebih mencintai kamu daripada aku, dan aku pun pasti akan begitu”.

 

***

 

Aku pasti akan tersenyum begitu ingat peristiwa masa laluku itu. Tak terasa sudah hampir lima belas tahun berlalu semenjak perpisahan kami. Kini aku telah memiliki keluarga yang penuh dengan kasih sayang. Seorang istri yang cantik, yang selalu mengerti bagaimana aku ini, dan selalu dapat meredam gejolak emosiku yang kadang-kadang tidak terbendung. Tapi, dia bukan Nadya yang dulu pernah aku sayangi. Dia adalah Wanda, teman kuliahku. Aku belajar dari kata-kata Nadya, dan mulai mencoba untuk mencintai orang lain, dan nampaknya Wanda telah berhasil meluluhkan hatiku ini, membuatnya dapat menggantikan Nadya dalam hatiku. Tapi, bagaimana pun juga Nadya akan tetap ada di dalam hatiku, dan selalu menghiasi kenangan manis masa remajaku.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://berbagipikiran.blogsome.com/2007/10/03/my-lovely-nadya-gw-yakin-ini-juga-tulisan-gw-d/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

-->
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service