ungkapan rasa ungkapan hati

December 29, 2007

TENTANG MEREKA BERDUA

Filed under: cuap-cuap - Administrator @ 1:54 am

ini tentang dua kura2 yang bernasib kurang baik… berawal dari keinginan untuk memelihara suatu binatang peliharaan, saya dan istri ngeliat ada yang jual kura2 brazil di CIWALK. karena lagi pengen dan keliatannya tu kura2 luthu banget, dibeli deh, 2 ekor (karena sebelumnya pernah punya pengalaman beli cuma satu, setelah 4 hari beliau menghadap yang Maha Kuasa…).

sampe rumah langsung diurus dengan penuh perhatian, wlo dengan ilmu yang terbatas. sempet nyari2 di internet juga tentang tata krama memelihara kura2 brazil. dari situ dapet banyak hal yang harus dilakuin supaya kura2 bisa lebih lama menghirup udara kehidupan.

tapi oh tapi, gak berapa lama terjadi kejadian yang tidak mengenakkan, kura2 yang bernama JOKO (o iya, namanya Joko dan Budi, wlo kayaknya dua2nya betina deh, hehe..habisnya namanya ada sebelum saya tau apa jenis kelamin si kura2 itu), yang aktif makan, sangat motil, tapi penakut ini kesulitan ngebuka mata kirinya, diiringi sering menggaruk2 mata bagian itu. trus saya nanya2 deh ke temen2, dan akhirnya dapat nasehat begini begitu.

awalnya dikasih obat yang dianjurin sih ampuh, wlo dia (si JOKO maksudnya) sempet ‘meronta2′ pas dimasukkin ke ramuan obat, tapi tetep saya paksa karena matanya jadi bisa kebuka. tapi sayang, gak berama lama setelah itu malah kedua matanya susah dibuka, dan emang kebuka lagi klo dimasukkin ke ramuan obat. dan yang lebih parah lagi si Budi jadi suka garuk2 matanya juga…mungkin tertular ya??? Joko yang dulunya rajin banget makan malah sekarang susah makan, paling cuma dikit.

o iya, dua2nya sekarang juga lebih sering tidur, gak aktif kayak dulu lagi. sekedar info tambahan, si Budi yang dulunya sangat bete sampe meronta2 klo dipegang, sekarang jadi pendiem. itu setelah kejadian tragis waktu dia mencoba kabur tapi malah akhirnya jatoh dari ketinggian 2,5 meter. kasian dia…

ada yang punya masukan???  kasih tau donk, saya merasa sangat bersalah neh…

December 26, 2007

BERI PETUNJUK!!!!

Filed under: cuap-cuap - Administrator @ 2:20 am

iya neh, mohon petunjuknya. gw bener2 iri ngeliatin blog2 orang lain, koq begitu cantiknya dan penuh ekspresi. sedangkan gw?? kayak katak dalam tempurung, heeeehehehehe…

bantuin donk, supaya blog gw ini bisa secantik atau bahkan lebih cantik dari blog anda2 semua :)

o iya, sekalian menta bantuin promosiin blog gw ya, hoooooohohohohohoho…. 

December 18, 2007

banyak yang ’seharusnya’ diceritakan

Filed under: tentang diri - Administrator @ 3:16 am

heeh, ini nih susahnya jadi orang melankolis, dikit2 bawa perasaan. padahal baru aja ngasih masukan buat orang laen, eh malah masalah sendiri muncul dan merusak suasana, heeeeehhh….

susah ya klo punya masalah tapi gak tau gimana cara ngungkapinnya, rasanya seperti kebelet pup tapi karena ‘keras’ jadi sulit keluar, hiiiihihihihihi…..

o iya seorang teman memberi masukan yang sangat berarti, setelah melalui rentetan cerita yang panjang dan kompleks, dia mengeluarkan satu kata kunci: KONSISTENSI!!!!! yoi, ini yang jadi tantangan baru bagi gw, terutama mendekati kelahiran si cantik, insya Allah, Talitha Salsabilla :)

i love you girl, in the name of Allah, the best thing i can do is for you. be saleh, sweet, strong, smart, and sensational girl!!!!

GOD will always help you, and i hope GOD choose me to help you.

December 4, 2007

Rapat Tahunan UGreen 2007

Filed under: cuap-cuap - Administrator @ 2:06 pm

2 Desember 2007

hari sabtu, 1 Desember 2007, menurut saya termasuk salah satu momen penting yang terasa menarik. penting karena merupakan hari di mana para anggota UGreen berkumpul untuk bermusyawarah untuk menentukan ketua umumnya yang baru setelah masa kepengurusan Sonny sebagai ketua umum berakhir, dan menarik karena saya merasakan hawa kekeluargaan yang lumayan kental dalam musyawarah tersebut. bagi saya juga luar biasa karena ternyata musyawarah ini berakhir dengan suatu kata mufakat. memang sangat ditekankan dalam AD ART bahwa pengambilan keputusan dalam UGreen adalah dengan musyawarah –yang tentu saja mensyaratkan adanya mufakat– baru kemudian klo dah mentok diputuskan dengan voting. di pertengahan musyawarah juga sempet beberapa kali muncul usulan untuk mengadakan voting saja, tapi saya adalah salah satu yang berjuang keras supaya keputusan tetap diusahakan mufakat. dan setelah melewati musyawarah yang cukup alot dan sangat memakan waktu –LPJ mulai jam8 sampai jam10, dilanjutin musyawarah pemilihan ketua umum dari jam10 sampe jam14!!!– akhirnya kami semua bisa mencapai kata mufakat: menentukan Burhanudinsyah sebagai ketua umum UGreen periode 2007-2008, mengungguli 2 calon lainnya. sejujurnya, saya termasuk yang terkena ‘racun musyawarah’, hehe.. karena tadinya saya tidak mendukung Burhan sebagi ketua umum, malah justru Burhan adalah calon yang pertama kali saya coret dari kemungkinan saya mendukung dia jadi ketua umum, dengan beberapa pertimbangan yang ternyata runtuh dengan segala lobian orang2 yang ‘mengerti’ tentang Burhan. calon yang saya dukung malah ternyata akhirnya tereliminasi pertama kali dalam musyawarah ini. and that is the power of MUSYAWARAH!!!! hehehehehe…

bangga sekali rasanya jadi salah satu motor dalam musyawarah ini, karena saya akui, ini didukung oleh kenyataan bahwa saya menjadi bagian dari anggota senior yang komentarnya cukup dipertimbangkan. momen ini cukup mengangkat rasa percaya diri saya, karena saya merasa jadi berguna dan berpengaruh :D dan yang lebih bikin bangga adalah ya itu tadi: mufakat. ini setidaknya mengurangi kekhawatiran saya akan adanya perpecahan di dalam tubuh UGreen, lagi. pengalaman pemilihan periode sebelumnya, yaitu keunggulan hanya satu suara ketua umum UGreen terpilih dari calon lainnya –saat itu hanya ada 2 calon yang diusung– menjadi pelajaran berharga bagi saya, dan itulah yang melandasi pemikiran saya bahwa pemilihan ketua umum harus lah berdasarkan musyawarah mufakat.

semoga UGreen ke depan bisa jauh lebih baik dengan adanya sosok pemimpin yang diakui dan diangkat bersama2 oleh seluruh –bisa saya claim bahwa yang kemaren dateng adalah ’seluruh’ anggota UGreen – anggota UGreen, sehingga kemungkinan adanya perpecahan dalam tubuh unit ini dapat dicegah. gak apa2 lah angkatan pertama jadi angkatan pemula, angkatan pondasi dasar yang siap untuk diinjak2 demi berdirinya generasi UGreen yang lebih baik, hehehe…

salam HIJAU

168 Jam Dalam Sandera

Filed under: buku yang terbaca - Administrator @ 2:02 pm

2 Desember 2007

 

           SPOILER ALERT

 

19:55 

lagi baca buku 168 Jam Dalam Sandera. baru juga halaman 54. menarik sekali! sejauh ini, kesan itu yang saya rasakan: merasakan pengalaman orang sangat mempengaruhi mood saya. mungkin karena saya termasuk orang dengan empati yang sangat tinggi, jadi serasa ikut ada di situasi penyanderaan. terkadang selama membaca buku ini, saya merasa ingin mengalami pengalaman serupa dengan Meutya Hafid dan yang lain, terasa lebih ‘hidup’, mungkin karena saya termasuk orang yang kurang sering menghadapi tantangan dalam hidup, hhehehe.. gak juga sih kayaknya, karena nyatanya saya sudah menikah di usia 21 tahun, masa ketika saya masih kuliah ^^’

———————–

19:59

dah sampe halaman 75. wuuuiiiihhh, saya sangat kagum dengan sosok Meutya Hafid: kuat, tegas, dan cerdas!!!!

———————–

20:19

"Aku menghadapkan mukaku ke langit, menantang hangatnya matahari." kalimat ini, halaman 95, bikin saya merasakan kekuatan yang besar dalam diri seorang Meutya Hafid, tapi juga terasa seperti suatu bentuk ekspresi kekecewaan dan mungkin asa yang terasa makin rapuh, hihihi… sok tahu! ^^’

———————–

20:23

"Sudahlah, aku tidak mau lagi berharap. aku tidak peduli lagi. lebih baik aku pasrahkan semua kepada-Nya." kalimat ini, halaman 96, rasanya menegaskan tebakan saya yang kedua (dalam catatan 20:19), klo ternyata Meutya Hafid bisa putus asa juga, hehehe… tapi tetep, what a though woman…

———————–

20:50

halaman 120. dari catatan halaman sebelumnya sampe halaman ini, saya semakin merasakan betapa ‘perkasa’nya Meutya Hafid ini, ck ck ck, lewat beberapa cerita tentang kehidupannya sebelum jadi reporter; bagaimana dia berjuang menyambung kehidupan akademisnya di negeri orang –dengan beragam cara yang menurut saya menarik, karena beasiswa yang terputus secara sepihak dari pemerintah indonesia. bentuk semangat yang sangat tidak akrab bagi saya dan terasa di luar jangkauan jalan pikiran saya. ternyata klo yang namanya tekad dah bulat, segala bentuk hambatan bakal dapat dihadapi dan diatasi dengan cara2 yang tak terpikirkan klo hambatan itu sendiri tidak datang. luar biasa… ‘gak gw banget nih’ ^^’

———————–

21:47

lagi liat2 foto antara halaman 144 dan 145. kelihatan banget perbedaan muka Meutya dan Budi pas pernyataan penyanderaan yang terlihat begitu tegang sama pas pernyataan pembebasan yang terlihat lebih santai, dan terlihat ceria.

———————–

22:42

dah di halaman 215, gak kuat lagi, ngantuk neh, hehehe… ikut seneng dengan bebasnya Meutya dan Budi, luar biasa, setelah melalui perjuangan dan penantian panjang yang menuntut kesabaran dan ketenangan ekstra dari seorang manusia. halaman2 berikut yang saya baca banyak menceritakan bagaimana Meutya mengambil hikmah dari peristiwa penyanderaan ini, dengan masih sangat kental terasa sisi jurnalistik dari seorang Meutya Hafid lewat tulisan yang menggambarkan jalan pikirannya. tulisan ini banyak memberi pelajaran bagi para pencari berita terutama yang bekerja di daerah konflik, seperti di Irak; memberikan ‘tips’2 tentang bagaimana menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk ketika harus meliput di daerah berbahaya; menyadarkan pula arti penting sebuah usaha maksimal –pada kasus Meutya ini ditekankan usaha untuk ‘mengamankan’ nyawa saat mengejar sebuah berita– sebelum menyerahkan suatu urusan kepada Yang Maha Kuasa. untuk sementara, halaman 215 ini jadi halaman terakhir yang saya baca dari buku ‘168 Jam Dalam Sandera’ untuk malam ini. kayaknya baru besok nyambung lagi. sebenernya sayang sih karena takut kehilangan momentum dan mood. tapi udah pusing neh, karena ngantuk dan efek kopi yang bikin perut malah jadi mual ^^’

———————–

3 Desember 2007

 

09:20

lanjut baca, dan ternyata halaman 219 adalah halaman terakhir buku ini sebelum masuk ke bab Lampiran. bener kayak yang udah saya duga, sisa halaman yang nggak sempet saya baca tadi malam memberikan banyak pertimbangan bagi para pencari berita, dalam hal ini wartawan perang, untuk sebisa mungkin mematangkan persiapan sebelum masuk ke ‘medan perang’; tidak hanya persiapan yang berhubungan dengan masalah teknis, tapi juga masalah2 non teknis seprti kesiapan mental dari si wartawan tersebut dan juga kesiapan dari keluarga mereka. ditekankan pula oleh Meutya, bahwa jangan sampai keegoisan dalam mencari berita se’panas’ dan seaktual mungkin membuat lupa bahwa sebenarnya keselamatan diri seorang wartawan juga sangat menjadi perhatian orang lain, terutama keluarga. Meutya sangat bersyukur masih diberi kesempatan, yang sayangnya tidaklah diberikan kepada para wartawan yang juga pernah melakukan ‘keteledoran’ seperti Meutya dan Budi. Meutya  mulai dapat membedakan batasan antara ‘nekad’ dan ‘bodoh’, kapan harus terus maju dan kapan sudah harus berhenti, dan Meutya juga mulai semakin yakin bahwa "tidak ada berita yang nilainya lebih dari nyawa." o iya, di bab Lampiran ini, yang merupakan bab terakhir dari buku ini, menceritakan peristiwa penyanderaan dari sudut pandang orang lain, Don Bosco Selamun, selaku pemred Metro TV 2004-2005, dan Dr.R.M.Marty M.Natalegawa, mantan jubir deplu RI. klo bab2 sebelumnya memaparkan bagaimana kesan dan perasaan dari seorang Meutya Hafid sebagai seorang sandera, bab ini memaparkan bagaimana kesan dan perasaan yang timbul dari orang2 yang berjuang membebaskan Meutya dan Budi dari penyanderaan, khususnya dari sudut pandang pak Don dan pak Marty. belum sempet saya baca, karena harus cepet2 kuliah, hehe… mungkin disambung nanti.

 

–Dimas Mayanggoseto Jatikusumo, meresensi dengan cara yang berbeda–

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

-->
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service