Rapat Tahunan UGreen 2007
2 Desember 2007
hari sabtu, 1 Desember 2007, menurut saya termasuk salah satu momen penting yang terasa menarik. penting karena merupakan hari di mana para anggota UGreen berkumpul untuk bermusyawarah untuk menentukan ketua umumnya yang baru setelah masa kepengurusan Sonny sebagai ketua umum berakhir, dan menarik karena saya merasakan hawa kekeluargaan yang lumayan kental dalam musyawarah tersebut. bagi saya juga luar biasa karena ternyata musyawarah ini berakhir dengan suatu kata mufakat. memang sangat ditekankan dalam AD ART bahwa pengambilan keputusan dalam UGreen adalah dengan musyawarah –yang tentu saja mensyaratkan adanya mufakat– baru kemudian klo dah mentok diputuskan dengan voting. di pertengahan musyawarah juga sempet beberapa kali muncul usulan untuk mengadakan voting saja, tapi saya adalah salah satu yang berjuang keras supaya keputusan tetap diusahakan mufakat. dan setelah melewati musyawarah yang cukup alot dan sangat memakan waktu –LPJ mulai jam8 sampai jam10, dilanjutin musyawarah pemilihan ketua umum dari jam10 sampe jam14!!!– akhirnya kami semua bisa mencapai kata mufakat: menentukan Burhanudinsyah sebagai ketua umum UGreen periode 2007-2008, mengungguli 2 calon lainnya. sejujurnya, saya termasuk yang terkena ‘racun musyawarah’, hehe.. karena tadinya saya tidak mendukung Burhan sebagi ketua umum, malah justru Burhan adalah calon yang pertama kali saya coret dari kemungkinan saya mendukung dia jadi ketua umum, dengan beberapa pertimbangan yang ternyata runtuh dengan segala lobian orang2 yang ‘mengerti’ tentang Burhan. calon yang saya dukung malah ternyata akhirnya tereliminasi pertama kali dalam musyawarah ini. and that is the power of MUSYAWARAH!!!! hehehehehe…
bangga sekali rasanya jadi salah satu motor dalam musyawarah ini, karena saya akui, ini didukung oleh kenyataan bahwa saya menjadi bagian dari anggota senior yang komentarnya cukup dipertimbangkan. momen ini cukup mengangkat rasa percaya diri saya, karena saya merasa jadi berguna dan berpengaruh
dan yang lebih bikin bangga adalah ya itu tadi: mufakat. ini setidaknya mengurangi kekhawatiran saya akan adanya perpecahan di dalam tubuh UGreen, lagi. pengalaman pemilihan periode sebelumnya, yaitu keunggulan hanya satu suara ketua umum UGreen terpilih dari calon lainnya –saat itu hanya ada 2 calon yang diusung– menjadi pelajaran berharga bagi saya, dan itulah yang melandasi pemikiran saya bahwa pemilihan ketua umum harus lah berdasarkan musyawarah mufakat.
semoga UGreen ke depan bisa jauh lebih baik dengan adanya sosok pemimpin yang diakui dan diangkat bersama2 oleh seluruh –bisa saya claim bahwa yang kemaren dateng adalah ’seluruh’ anggota UGreen – anggota UGreen, sehingga kemungkinan adanya perpecahan dalam tubuh unit ini dapat dicegah. gak apa2 lah angkatan pertama jadi angkatan pemula, angkatan pondasi dasar yang siap untuk diinjak2 demi berdirinya generasi UGreen yang lebih baik, hehehe…
salam HIJAU
