ungkapan rasa ungkapan hati

December 4, 2007

168 Jam Dalam Sandera

Filed under: buku yang terbaca - Administrator @ 2:02 pm

2 Desember 2007

 

           SPOILER ALERT

 

19:55 

lagi baca buku 168 Jam Dalam Sandera. baru juga halaman 54. menarik sekali! sejauh ini, kesan itu yang saya rasakan: merasakan pengalaman orang sangat mempengaruhi mood saya. mungkin karena saya termasuk orang dengan empati yang sangat tinggi, jadi serasa ikut ada di situasi penyanderaan. terkadang selama membaca buku ini, saya merasa ingin mengalami pengalaman serupa dengan Meutya Hafid dan yang lain, terasa lebih ‘hidup’, mungkin karena saya termasuk orang yang kurang sering menghadapi tantangan dalam hidup, hhehehe.. gak juga sih kayaknya, karena nyatanya saya sudah menikah di usia 21 tahun, masa ketika saya masih kuliah ^^’

———————–

19:59

dah sampe halaman 75. wuuuiiiihhh, saya sangat kagum dengan sosok Meutya Hafid: kuat, tegas, dan cerdas!!!!

———————–

20:19

"Aku menghadapkan mukaku ke langit, menantang hangatnya matahari." kalimat ini, halaman 95, bikin saya merasakan kekuatan yang besar dalam diri seorang Meutya Hafid, tapi juga terasa seperti suatu bentuk ekspresi kekecewaan dan mungkin asa yang terasa makin rapuh, hihihi… sok tahu! ^^’

———————–

20:23

"Sudahlah, aku tidak mau lagi berharap. aku tidak peduli lagi. lebih baik aku pasrahkan semua kepada-Nya." kalimat ini, halaman 96, rasanya menegaskan tebakan saya yang kedua (dalam catatan 20:19), klo ternyata Meutya Hafid bisa putus asa juga, hehehe… tapi tetep, what a though woman…

———————–

20:50

halaman 120. dari catatan halaman sebelumnya sampe halaman ini, saya semakin merasakan betapa ‘perkasa’nya Meutya Hafid ini, ck ck ck, lewat beberapa cerita tentang kehidupannya sebelum jadi reporter; bagaimana dia berjuang menyambung kehidupan akademisnya di negeri orang –dengan beragam cara yang menurut saya menarik, karena beasiswa yang terputus secara sepihak dari pemerintah indonesia. bentuk semangat yang sangat tidak akrab bagi saya dan terasa di luar jangkauan jalan pikiran saya. ternyata klo yang namanya tekad dah bulat, segala bentuk hambatan bakal dapat dihadapi dan diatasi dengan cara2 yang tak terpikirkan klo hambatan itu sendiri tidak datang. luar biasa… ‘gak gw banget nih’ ^^’

———————–

21:47

lagi liat2 foto antara halaman 144 dan 145. kelihatan banget perbedaan muka Meutya dan Budi pas pernyataan penyanderaan yang terlihat begitu tegang sama pas pernyataan pembebasan yang terlihat lebih santai, dan terlihat ceria.

———————–

22:42

dah di halaman 215, gak kuat lagi, ngantuk neh, hehehe… ikut seneng dengan bebasnya Meutya dan Budi, luar biasa, setelah melalui perjuangan dan penantian panjang yang menuntut kesabaran dan ketenangan ekstra dari seorang manusia. halaman2 berikut yang saya baca banyak menceritakan bagaimana Meutya mengambil hikmah dari peristiwa penyanderaan ini, dengan masih sangat kental terasa sisi jurnalistik dari seorang Meutya Hafid lewat tulisan yang menggambarkan jalan pikirannya. tulisan ini banyak memberi pelajaran bagi para pencari berita terutama yang bekerja di daerah konflik, seperti di Irak; memberikan ‘tips’2 tentang bagaimana menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk ketika harus meliput di daerah berbahaya; menyadarkan pula arti penting sebuah usaha maksimal –pada kasus Meutya ini ditekankan usaha untuk ‘mengamankan’ nyawa saat mengejar sebuah berita– sebelum menyerahkan suatu urusan kepada Yang Maha Kuasa. untuk sementara, halaman 215 ini jadi halaman terakhir yang saya baca dari buku ‘168 Jam Dalam Sandera’ untuk malam ini. kayaknya baru besok nyambung lagi. sebenernya sayang sih karena takut kehilangan momentum dan mood. tapi udah pusing neh, karena ngantuk dan efek kopi yang bikin perut malah jadi mual ^^’

———————–

3 Desember 2007

 

09:20

lanjut baca, dan ternyata halaman 219 adalah halaman terakhir buku ini sebelum masuk ke bab Lampiran. bener kayak yang udah saya duga, sisa halaman yang nggak sempet saya baca tadi malam memberikan banyak pertimbangan bagi para pencari berita, dalam hal ini wartawan perang, untuk sebisa mungkin mematangkan persiapan sebelum masuk ke ‘medan perang’; tidak hanya persiapan yang berhubungan dengan masalah teknis, tapi juga masalah2 non teknis seprti kesiapan mental dari si wartawan tersebut dan juga kesiapan dari keluarga mereka. ditekankan pula oleh Meutya, bahwa jangan sampai keegoisan dalam mencari berita se’panas’ dan seaktual mungkin membuat lupa bahwa sebenarnya keselamatan diri seorang wartawan juga sangat menjadi perhatian orang lain, terutama keluarga. Meutya sangat bersyukur masih diberi kesempatan, yang sayangnya tidaklah diberikan kepada para wartawan yang juga pernah melakukan ‘keteledoran’ seperti Meutya dan Budi. Meutya  mulai dapat membedakan batasan antara ‘nekad’ dan ‘bodoh’, kapan harus terus maju dan kapan sudah harus berhenti, dan Meutya juga mulai semakin yakin bahwa "tidak ada berita yang nilainya lebih dari nyawa." o iya, di bab Lampiran ini, yang merupakan bab terakhir dari buku ini, menceritakan peristiwa penyanderaan dari sudut pandang orang lain, Don Bosco Selamun, selaku pemred Metro TV 2004-2005, dan Dr.R.M.Marty M.Natalegawa, mantan jubir deplu RI. klo bab2 sebelumnya memaparkan bagaimana kesan dan perasaan dari seorang Meutya Hafid sebagai seorang sandera, bab ini memaparkan bagaimana kesan dan perasaan yang timbul dari orang2 yang berjuang membebaskan Meutya dan Budi dari penyanderaan, khususnya dari sudut pandang pak Don dan pak Marty. belum sempet saya baca, karena harus cepet2 kuliah, hehe… mungkin disambung nanti.

 

–Dimas Mayanggoseto Jatikusumo, meresensi dengan cara yang berbeda–

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://berbagipikiran.blogsome.com/2007/12/04/168-jam-dalam-sandera-3/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

-->
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service