ungkapan rasa ungkapan hati

February 26, 2008

Fixing The Broken Heart (soul)

Filed under: tentang diri - Administrator @ 8:37 am

sekarang waktunya mendoktrin diri sendiri untuk mengenyahkan sisi2 negatif di dalam diri sendiri:

1. saya bukanlah orang yang malas.

2. saya bukanlah orang tanpa rencana dalam menatap masa depan.

3. saya bukanlah orang yang takut untuk menjadi besar.

4. saya bukanlah orang yang kasar.

5. saya bukanlah orang dengan kemampuan yang buruk.

6. saya tidak lebih buruk dari orang lain.

7. saya bukanlah orang yang gagal!!!

8. saya menolak keburukan menjadi bagian dari diri saya.

9. saya bukanlah pecundang dari kelemahan diri sendiri.

bagi yang baca postingan ini dan merasa tau akan suatu keburukan dalam diri saya, sampaikan kepada saya dan mohon doa dan bantuan supaya saya dapat menjadi lebih baik.

dan cobalah cara saya ini. sejauh ini berhasil mendoktrin diri bahwa keburukan2 di atas bukanlah bagian dari diri saya.

Fokus Pada Kebaikan Diri

Filed under: tentang diri - Administrator @ 8:35 am

sekarang adalah waktunya menyusun usaha konkrit supaya saya bisa fokus kepada diri sendiri dan akhirnya menjadi lebih baik.

seperti apa sih saya yang sekarang?

1. seorang suami dari seorang istri yang hebat –yang selalu meyakinkan suaminya adalah sosok lelaki yang hebat.

2. seorang anak yang walaupun sudah tidak memiliki orang tua yang utuh lagi, tapi mampu mengimbangi keadaan dengan keberanian dalam menghadapi kenyataan.

3. seorang teman yang mampu mendengarkan keluh kesah temannya dan ikut membantu mecari solusi.

4. seseorang yang jujur pada kebenaran dan alergi dengan kesalahan.

5. seseorang yang dapat menyampaikan kebenaran dan mampu mengajak orang lain untuk menjadi lebih baik.

6. secara mendasar, adalah orang yang fisiknya boleh dibilang sempurna, jauh dari kecacatan yang menghambat kegiatan sehari2.

7. seseorang yang masih dapat menikmati kebesaran tuhan, walaupun sekedar lewat hirupan nafas udara pagi hari.

8. seseorang yang masih mampu menikmati hangatnya matahari pagi.

9. seseorang yang mempu dengan cepat belajar sesuatu –walaupun harus berada di bawah tekanan terlebih dahulu ^^’

10. seseorang yang sadar bahwa ada sesuatu yang tidak baik di dalam dirinya, dan syukur alhamdulillah diberikan petunjuk oleh Allah tentang keburukan itu dan bagaimana caranya untuk memperbaikinya.

11. seseorang yang sadar bahwa 10 poin di atas masih sangat kurang untuk menuliskan seluruh kebaikan yang ada di dalam dirinya.

tuliskan kebaikan diri anda, dan jadikan itu doktrin kepada diri anda sendiri bahwa anda adalah orang yang hebat. dengan begitu, setidaknya anda telah satu langkah untuk menjadi orang hebat.

Coba Bersyukur

Filed under: tentang diri - Administrator @ 8:32 am

mencintai apa yang dimiliki dan pada tahap selanjutnya memiliki apa yang dicintai.
tahap awal adalah mensyukuri dan kemudian berusaha untuk berbuat lebih baik, itu makna yang saya ambil dari kata2 tadi.

klo dari awal udah gak bisa mencintai apa yang udah dikasih ke kita –seakan2 sesuatu yang dikasih ke kita itu menjadi milik kita– bagaimana kita akan merasa sudah diberi sesuatu??

klo terus begitu, perasaan yang muncul akhirnya adalah keharusan untuk mendapatkan sesuatu yang kita mau. bisa2 akhirnya malah jadi kufur nikmat.

————

sebenernya itu salah satu masalah yang lagi saya hadapin sekarang. kata2 mutiara orang jaman dulu yang bilang bahwa tuhan memberikan yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan, nampaknya terjadi pada kehidupan saya.

rasanya banyak hal yang saya dapat, dan saya sadar itu semua adalah sesuatu yang baik buat saya, tapi rasa2nya gak banyak dari hal2 tadi adalah sesuatu yang saya mau. akhirnya sifat egois muncul, bikin saya merasa jadi orang yang kufur nikmat.

klo suatu saat banyak yang mencela saya karena kekurangan saya, saya dengan cepat menyerap informasi itu, tapi klo ada yang memuji dan dapat melihat kebaikan saya, justru susah sekali mempercayai kata2 mereka. perasaan minder jadi sering hinggap di hati saya.

bagi saya, susah sekali membahagiakan diri sendiri. diri ini punya standar yang terlalu tinggi, menurut saya. sayangnya standar itu gak diikutin sama kemauan dan usaha yang sama besarnya.

diri ini sering stress, klo gak mau dibilang depresi! iya, karena tuntutan dari diri sendiri kadang2 gak mempedulikan hal2 yang udah didapat. jadi seakan2 hal2 baik yang udah didapat adalah sesuatu yang ’semestinya’ didapat. selalu aja ada perasaan ’seharusnya bisa lebih baik’.

ada problem lain yang menurut saya merupakan suatu ‘penyakit jiwa’. klo suatu saat ada yang membicarakan hal2 baik tentang saya, seakan2 diri ini mau membuktikan klo mereka salah (!!). jadi ada ketidakpercayadirian yang begitu tinggi sampe2 klo ada yang muji berarti ada yang salah. sering kepikiran hal2 yang buruk kayak ‘elo kan gak baik!’, atau ‘gak seharusnya lo bisa ngelakuin sesuatu yang baik’. dan alhasil produktifitas terus menurun dan kebaikan2 yang udah saya lakukan gak dapet dukungan dari diri sendiri.

beratnya mengemban sifat kayak gini. pengennya gak nyalahin siapa2, tapi selalu aja memori2 masa lalu muncul dan jadi bahan untuk disalahkan. seharusnya sedalam2nya saya bisa bilang ke masa lalu,"saya memaafkan anda semua, dan saya akan menjadi lebih baik."

insya Allah

sekarang sedang mencoba fokus pada kebaikan2 diri dan melupakan keburukan2 yang ada.

bismillah

Love Yourself

Filed under: cuap-cuap - Administrator @ 8:31 am

ada keinginan yang sangat besar di dalam diri untuk membuat orang di sekitar saya bahagia. tapi ternyata ada kesalahan konsep yang selama ini salah saya pegang. kesalahan itu terletak pada anggapan bahwa keluarga saya adalah bagian dari diri saya. kenapa itu salah? karena anggapan itu membuat saya merasa bahwa keluarga saya tidak lebih penting dari orang lain, karena saya menganggap orang lain lebih penting dari diri saya sendiri.

saya rela berkorban demi orang lain. dan ternyata itu tidak selamanya baik bagi saya. karena seperti yang tadi saya bilang, saya menganggap bahwa keluarga saya adalah bagian dari diri saya sendiri. anggapan itu membuat saya merasa bisa mengorbankan keluarga saya demi orang lain. hal yang mengejutkan bukan? tapi itulah yang terjadi, dan untungnya saya menyadari hal itu.

saya kemudian mencoba untuk menciptakan konsep yang baru dengan cara mulai mengecilkan cakupan dari pengertian ‘diri sendiri’. saya sadar bahwa mengorbankan diri sendiri berarti benar2 mengorbankan HANYA diri sendiri, bukan orang2 di luar diri saya, termasuk keluarga saya. dengan begitu saya akan mengorbankan diri sendiri demi orang lain yang berada di luar diri saya.

konsep baru ini memunculkan efek baru bagi kehidupan saya. saya mulai memperhatikan keluarga saya seperti saya memperhatikan orang2 lain di sekitar saya –yang dulunya mendapatkan perhatian lebih besar. pengorbanan diri benar2 buat mereka yang ada di sekitar saya, dan saya mendapatkan kebahagiaan dari itu.

bahagia melihat orang lain bahagia, dan ‘orang lain’ yang terdekat adalah keluarga saya. dengan membahagiakan keluarga saya berarti membuat diri saya sendiri bahagia. suatu hal yang menurut saya sangat saya syukuri, karena saya bukan termasuk orang2 yang menomorsatukan diri sendiri sebagai cara untuk menjadi bahagia.

sudah seharusnya diri sendiri menjadi pihak yang pertama kali mendapatkan cinta dari diri sendiri.

Vonis Yang Salah

Filed under: tentang diri - Administrator @ 8:30 am

dulu, bahkan mungkin masih sampai sekarang, saya selalu memvonis diri saya BURUK. vonis ini menyebabkan saya sulit untuk melakukan suatu kebaikan.

ketika saya melakukan suatu kebaikan, ada aja perasaan di dalam diri yang mengatakan bahwa ‘tidak seharusnya saya begini’ –perasaan yang entah dari mana datangnya…. perasaan2 semacam ini pada tingkatan yang menurut saya sudah kronis –yang sekarang sedang menimpa diri saya– sudah menyebabkan saya berpikir bahwa ’seharusnya saya melakukan sesuatu yang buruk’ (!!!). dengan melakukan hal yang buruk saya semakin membenarkan anggapan bahwa saya adalah buruk.

perasaan ini muncul, yang saya sadari, adalah karena selama ini saya terlalu ‘menghayati’ vonis2 bersalah yang dijatuhkan kepada saya oleh orang2 terdekat di dalam hidup saya. bukannya ingin menyalahkan orang lain, tapi saya ingin menyadarkan diri sendiri bahwa ada saat ketika perkataan saya adalah yang terbaik, bukan perkataan orang lain!

ada saat ketika saya harus menutup telinga rapat2 dari pandangan buruk orang lain, dan ada saat ketika seharusnya saya HARUS meresapi sedalam2nya pujian orang terhadap diri saya.

setelah menyadari hal2 tadi, sekarang ini yang menjadi tantangan terbesar bagi saya adalah mengatasi vonis2 yang dijatuhkan bukan oleh orang lain terhadap diri saya tapi justru vonis2 yang diberikan oleh diri sendiri. menjadi tantangan besar karena ketika sekarang ini ada orang lain yang menganggap diri saya rendah, dengan penuh keyakinan saya bisa bilang bahwa, "anda salah!", tapi ketika diri saya sendiri yang menganggap diri ini rendah, sulit untuk mengatakan, "anda salah!".

sekaranglah saatnya memfokuskan diri kepada kebaikan2 diri dan mulai melupakan keburukan2 diri, jika saya benar2 ingin memberikan yang terbaik untuk orang2 di sekitar saya.

saya harus mulai mengatakan, "I love myself", karena dengan begitulah saya justru bisa menunjukkan rasa cinta saya kepada orang2 di sekitar saya.

Soul Healing

Filed under: cuap-cuap - Administrator @ 8:30 am

memperbaiki diri sendiri dengan cara memfokuskan diri kepada kebaikan2 yang ada di dalam diri sendiri.

selama ini tanpa sadar saya mengerdilkan diri sendiri dengan terlalu fokus pada keburukan diri. alhasil saya menganggap rendah apapun bentuk kebaikan yang saya lakukan, dan ‘menggunakan’ keburukan yang ada sebagai apa yang saya sebut ’self destruction tool’.

kesadaran bahwa saya sebenarnya adalah seseorang yang baik datang dari orang2 yang secara tulus meyakinkan saya bahwa tidak seharusnya perasaan rendah diri ada di dalam diri saya.

saya melihat bahwa dengan menjadi orang yang baik bukan hanya membawa kebaikan untuk diri sendiri tapi juga untuk orang2 di sekitar saya.

menjadi orang baik berarti mengeluarkan segala potensi kebaikan yang ada di dalam diri untuk –ternyata– diberikan kepada orang2 di sekitar kita. dan yang saya syukuri adalah karena berbuat baik kepada orang lain dan melihat mereka bahagia adalah sesuatu yang membahagiakan buat saya.

saya menyadari banyak hal belakangan ini. tadinya saya bingung, nampaknya tidak ada yang salah dengan konsep ‘membahagiakan orang lain berarti membahagiakan diri sendiri’. tapi kenapa saya tidak juga merasa bahagia? ternyata ada yang salah dalam pelaksanaan konsep tadi. saya menganggap bahwa tidak penting untuk saya menjadi lebih baik, karena yang lebih penting adalah membuat orang lain menjadi lebih baik.

hal ini membuat saya tidak fokus pada pengembangan diri ke arah lebih baik. saya terlalu fokus pada kekecewaan saya karena merasa selalu saja tidak dapat memberikan kebaikan kepada orang2 di sekitar saya –selama ini saya merasa terlalu sering menyusahkan orang2 di sekitar saya.

alhamdulillah karena sekarang saya menyadari hal yang menurut saya sangat penting, yaitu kenyataan bahwa dengan menjadi lebih baik berarti dapat membantu orang lain untuk menjadi lebih baik. saya merasa ternyata orang lain bahagia dengan melihat saya menjadi lebih baik. bukankah itu yang saya cari, kebahagiaan orang lain?

ya, itulah yang saya cari.

Anakku Tanggung Jawabku

Filed under: Talitha Nada Salsabilla - Administrator @ 8:28 am

anak anda adalah amanah yang diberikan sama tuhan kepada anda. di tangan andalah tuhan mempercayakan salah satu hambanya. selama anda mengikuti petunjuk tuhan tentang yang baik dan benar, anak anda akan menjadi apa yang tuhan harapkan.

yang terpenting adalah, selama anda yakin bahwa dengan niatan yang baik dan tulus untuk memberikan yang terbaik untuk anak anda, tetap berpegang teguhlah pada prinsip anda. jangan terpengaruh dengan pendapat orang lain yang menurut anda tidak baik, apa pun itu, walaupun dengan alasan demi kebaikan anak anda.

maksud saya bukan menutup telinga dari pendapat orang lain, tapi tutuplah telinga anda ketika anda yakin bahwa keputusan anda adalah yang terbaik untuk anak anda.

sebenernya ini kata2 buat saya sendiri, karena saya sempet menyesal karena gak segenap hati memegang teguh prinsip saya, apalagi menyangkut anak saya sendiri. cerita berikut masih berlanjut dari postingan saya yang sebelumnya.

—–

beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit, asi istri masih kurang juga. waktu itu di rumah ada saya, istri, ibu saya, dan ibu bapak mertua.

waktu itu, malam2 dedek nangis kenceng banget, kelaperan. istri stress karena ngerasa gak mampu memenuhi kebutuhan anaknya. dan semua orang yang ada di rumah, termasuk saya, juga ngerasa sangat khawatir dengan dedek. saya sama sekali gak kepikiran buat ngasih susu formula buat dedek, karena asi eksklusif menurut saya adalah yang terbaik.

tapi sayangnya saya dapet masukan yang salah. semua orang di rumah menyarankan saya supaya beli susu formula buat dedek. awalnya saya kekeuh gak mau karena takut ngerusak masa depan anak. tapi berhubung gak dapet dukungan dari orang2 terdekat termasuk istri saya, dan ngeliat dedek yang nangis2 terus gak mo berhenti, goyah juga deh akhirnya hati saya. akhirnya saya ngalah dan mau beli susu formula.

setelah dikasih minum susu formula emang dedek gak nangis lagi, tapi tetep saya ngerasa bersalah karena ngerasa udah ‘ngeracunin’ dia sama sesuatu yang gak seharusnya masuk mulut dia di umurnya yang baru beberapa hari.

selama sekitar satu minggu dedek dikasih asi ++. pas waktunya periksa rutin ke dokter, ada hal yang membuat kami khawatir, yaitu karena dedek divonis ‘kuning’. lalu dokter meminta kami untuk memeriksakan darah anak saya.

proses pengambilan darah bahkan bisa jadi cerita tersendiri nih, karena inget bagaimana istri saya begitu khawatir anaknya mau diambil darahnya ^^’ jadi saya deh yang nemenin dedek pas diambil darah, istri nunggu di luar karena merasa gak tega.

cukup lama hasil lab keluar. dan yang tertera di kertas hasil lab bukan sesuatu yang mengenakkan hati. saya bukan orang kesehatan, tapi begitu melihat angka bilirubin 12,59 padahal di sebelahnya tertulis seharusnya 1,00, bikin saya rada cemas. angka 1,00 dan 12,59 bukanlah angka yang dekat, tapi cukup jauh! artinya ada sesuatu yang serius yang menimpa anak saya.

kemudian kami mengabari dokter hasil lab tadi. dokter langsung menganjurkan kami untuk menyerahkan dedek untuk dirawat secara intensif di rumah sakit. biaya perawatan yang tersebut dari mulut dokter bikin saya rada lemes, maklum, angkanya gak sedikit ^^’ tapi saya pikir, saya harus dapet second opinion.

saya bilang ke dokter bahwa dedek sempet dapet asupan susu formula di samping asi. dokter terlihat sedikit kecewa mendengar cerita saya. dokter menasehati saya masalah asi dan susu formula. dokter bahkan menempatkan susu formula sebagai jalan keluar terakhir untuk memenuhi kebutuhan gizi dedek.

saat itu saya merasa sangat kecewa karena merasa gagal dalam memberikan yang terbaik buat dedek, dan leibh menyesal karena tadinya saya melakukanhal yang benar dengan menolak susu formula tapi goyah karena ‘tekanan’ dari orang2 sekitar. saya meminta ijin dari dokter supaya dedek tidak langsung dirawat. dokter setuju2 saja karena selama dedek masih aktif dan kuat hisapan neteknya, masih ada kemungkinan ‘kuning’nya hilang secara alami.

saat itu bukan cuma dokter yang ‘memarahi’ saya, tapi kebanyakan orang yang saya mintai pendapat juga menyalahkan kami yang memberikan susu formula untuk dedek. mereka bilang bahwa bagaimana pun keadaan asi seorang ibu, itulah yang terbaik –kurang lebih gitu deh inti nasihatnya.

mulai dari situ saya sepakat dengan istri bahwa akan kompak memberikan asi sepenuhnya dan mulai meninggalkan susu formula, walaupun dedek nantinya akan nangis karena kelaparan dan walau pun orang2 merasa kasihan liat dedek kelaperan!!!

subhanallah, ini pasti memang rejekinya dedek. setelah berhasil meyakinkan diri sendiri dan juga istri bahwa asi adalah yang terbaik, kami mulai bertekad untuk berjuang memberikan hanya asi untuk dedek. satu2nya cara ya dengan memperbaiki kondisi psikologis istri, memperbaiki pola makan, dan saya sebagai suami membantu lewat dukungan yang membangkitkan semangat. jadi kami mulai SAY NO TO SUSU FORMULA, dan SAY YES TO ASI.

selang satu minggu setelah kunjungan ke dokter, saya merasa khawatir melihat dedek yang menurut kami masih ‘kuning’. dan dedek mulai kelihatan males netek ke ibunya –saya liat pas malem, jadi gak tau itu karena penyakit atau sekedar karena ngantuk. kami putuskan keesokan harinya ke dokter lagi demi memastikan kondisi dedek.

besoknya kami ke dokter lagi. alhamdulillah dokter bilang dedek udah gak terlalu ‘kuning’ kayak minggu sebelumnya. supaya lebih yakin dokter meminta kami untuk memeriksakan lagi darah dedek.

lagi2 kisah ibu yang khawatir anaknya diambil darah terjadi, hehe… saya lagi yang nemenin dedek pas diambil darah, istri nunggu di luar. proses ngambil darah yang sekarang lebih bikin saya khawatir karena ngeliat perawat yang sekarang gak seterampil perawat minggu sebelumnya. dia malah keliatan panik dan bingung sendiri.

dia bilang, "susah nih karena bayi, gerak2 mulu’. nah lho, saya bilang aja, "minggu kemaren cepet koq, gak lama". heeeeeeehhhhh…. emang dari dasarnya dia aja kurang ahli! jadi dedek lama banget nangisnya karena darahnya susah keluar. istri bilang di luar gak cuma dia aja yang miris denger dedek nangis2, tapi orang2 orang lain juga ikut prihatin ^^’ luar biasa dedek ini, banyak yang sayang, alhamdulillah…

sekitar dua jam kemudian hasil lab keluar, dan subhanallah, bilirubin dedek sekarang 4 labih sekian!!! jelas jauh turun dari angka sebelumnya yang 12,59. dokter kami hubungi lagi, dan dokter langsung bilang, "alhamdulillah klo gitu" dengan nada yang gak kalah leganya dengan kami.

terus terang saya ngerasa sangat bangga, terutama buat istri dan anak saya. merekalah yang berjuang supaya keadaan jadi sebaik sekarang. dan sampe hari ini alhamdulillah asi istri masih lancar dan dedek bahkan dah lebih sering netek ke ibunya.

anak anda adalah tanggung jawab anda. jangan serahkan tanggung jawab itu ke orang lain, karena tuhan udah mengirimkan rejeki anak anda lewat diri anda sendiri, insya Allah.

semoga cerita ini dapat membantu orang2 yang ingin memberikan yang terbaik buat anaknya, terutama lewat asi sebagai sumber gizi awal yang terbaik untuk bayi.

Berkah Tiada Henti

Filed under: Talitha Nada Salsabilla - Administrator @ 8:27 am

di kamar yang tadi saya bilang bagus itu, saya rada deg2an juga, koq kayaknya mahal ni kamar. kami memilih kamar itu bukan tanpa pertimbangan, tapi ternyata kenyataan di lapangan, terutama masalah biaya, di luar perkiraan sebelumnya.

jauh2 hari kami udah survey ke beberapa tempat bersalin, dan dirawat di PRAHYANGAN adalah pilihan ke dua setelah pilihan pertama dirawat di bidan. karena ada kejadian di luar dugaan yang bikin istri gak bisa ngelahirin di bidan dan harus ngelahirin di dokter, akhirnya pilihan kedua ‘terpaksa’ harus diambil. klo diitung2 budget, cukuplah. tapi ternyata syarat dari pihak paviliun lain dari apa yang dulu pernah dibilangin bagian informasi ke saya dan istri.

ternyata saya harus siap deposti uang untuk sekitar 10 hari (!!!), dan biaya satu hari aja sampe 1 jutaan. pelunasan deposit maksimal 24 jam. wah, gawat juga neh! akhirnya saya beraniin diri cerita ke bapak saya dan minta bantuan. toh saya gak merasa salah karena dari awal udah mempersiapkan uang yang cukup –klo aja informasi yang saya dapet gak salah.

saya telepon bapak dan bapak bilang nanti diomongin begitu bapak udah sampai di rumah sakit, karena saat itu bapak masih di jakarta, kerja.

akhirnya bapak yang bayar deposit rumah sakit –ternyata gak harus 10 hari!!! wah informasinya koq jadi beda2 gini ya??? tadinya mo minjem uang dulu, atau setidaknya saya ‘dibantu’. tapi karena bapak bayar pas saya gak tau, jadinya semua dibayar deh sama bapak ^^’ maap ya pak, klo saya dah kaya nanti, insya Allah saya akan bantu orang lain yang nasibnya sama kayak saya saat ini!!! semoga kebaikan selalu buat bapak.

keberkahan (dalam bentuk materi) gak cuma itu aja. setelah keluar dari rumah sakit, luar biasa sekali perhatian yang dikasih orang2 tercinta buat dedek. ada keluarga yang ngasih ‘amanah’ buat dibeliiin baby box, ada juga temen2 yang dengan luar biasa ngasih kereta bayi buat dedek (!!!), belum lagi semua bingkisan berukuran kecil tapi begitu berarti sangat besar buat kami. aqiqah pun banyak yang bantu, dari keluarga sampe tetangga yang sebelumnya gak begitu deket. luar biasa sekali bentuk kasih sayang yang dikasih sama orang2 sekitar.

klo hidup ini harus selalu dengan logika dan harus selalu masuk akal, maka kejadian2 yang saya alami menyangkut kelahiran talitha ini, rasanya gak masuk akal. saya bukanlah seorang suami yang punya pekerjaan, saya hanyalah seorang mahasiswa yang kehidupannya masih disubsidi sama orang tua. istri juga gak kerja, masih sibuk ngurus skripsi. keadaan keuangan kami tidak wah, yang klo diitung2 dengan apa yang kami dapet sekarang, gak berimbang banget!

tapi semua terjadi dan keadaan kami gak kayak orang yang susah. kami punya baby box, kereta bayi, feeding set yang banyak, dan banyak materi yang bisa dibilang ‘gak masuk akal’.

dan berkah yang terbesar adalah bahwa kami dikelilingi oleh orang2 yang peduli dengan keadaan kami dan sangat perhatian dengan keadaan anggota keluarga baru.

o iya, si dedek itu sendiri adalah berkah terbesar yang pernah kami terima *__*

semoga anak kami merupakan salah satu modal bagi kami untuk medapatkan keridhaan dari Allah. syukur kami untuk semua kebaikan yang telah Allah berikan, dan doa kami untuk kebaikan yang lebih baik dan lebih melimpah untuk semua yang akan Allah berikan kepada kami.

masih banyak cerita seputar kelahiran Talitha Nada Salsabilla. tapi lanjut di postingan berikutnya deh.

Wife, and now, Mom

Filed under: Talitha Nada Salsabilla - Administrator @ 8:26 am

nah, sekarang mo nyeritain si bunda.

setelah selesai bunda berjuang mempertahankan 2 buah kehidupan, nampaknya bunda capek sekali (pastinya donk!!!!). saya bilang ke bunda, "aku urus dedek dulu ya," dan dijawab mantap sama bunda,"iya!"

setelah itu saya gak tau istri saya itu diapain. kata istri sih ‘bekas guntingan’ tadi dijahit sama dokter. tapi dia gak tau detailnya karena tidur! heheh… ngantuk banget katanya ^^’

saya ketemu istri lagi pas dia dah selesai dijahit dan udah anteng tidur di kasur pasien. keliatannya capek banget… dia bilang laper dan minta dibeliin makanan. gak lama makanan datang, tapi sayangnya gak sesuai selera, terlalu pedas ^^’

selanjutnya kayak yang udah saya ceritain sebelumnya, dedek dibawa ke bundanya dan dikasih asi via sedotan. istri saya seneng banget akhirnya bisa liat bayinya setelah dua jam ‘dipisahkan secara paksa’.

dedek tidur di dalem kereta bayi, di samping bundanya. dan gak lama kemudian mereka berdua dijemput sama pihak paviliun PARAHYANGAN untuk dipindahin ke kamar yang udah saya pesen.

kamarnya bagus, klo kata mewah dianggap terlalu berlebihan ^^’

sebentar deh, koq seakan2 terasa kami hanya bertiga ya??? maaf maaf, sebenernya banyak sekali orang yang di sekitar kami yang setia nungguin anggota keluarga baru lahir. ada ibu saya, ibu dan bapak mertua, adik ipar, dan sepupu saya.

The First Feeding

Filed under: Talitha Nada Salsabilla - Administrator @ 8:25 am

talitha diurus pasca kelahiran sekitar 1 jam. saya dengan sepenuh hati (^^’) nemenin talitha di ruang perawatan. walau ada dokter, perawat, dan orang2 lain di ruang itu, dan walau udah dibilang,"pak, gak usah ditungguin" tapi tetep aja saya ngotot pengen ada di situ. isu2 klo ada rumah sakit-rumah sakit yang dapat dana ratusan juta tiap tahunnya dari pihak produsen susu formula supaya pihak rumah sakit ‘memperkenalkan’ terlebih dahulu susu formula ke bayi2 yang baru lahir bikin saya sigap. "gak boleh ada siapa pun yang merusak masa depan anak saya!!"

setelah dengan melelahkannya nungguin si kecil, saya masih penasaran. koq anak saya gak dibawa juga ke ibunya? padahal semua macem perawatan dah selesai deh, bahkan si dedek malah dimasukkin ke inkubator.

saya beraniin diri nanya ke perawat, "bu, koq ni bayi gak dikasih ke ibunya??" trus kata perawat," ah, saya capek pak, mau istirahat, kan nanti bisa tiba2 dateng ibu yang mau melahirkan berikutnya". saya kan makin bingung, koq aneh sih? saya jadi curiga, jangan2 anak saya mau ‘diapa2in’ neh!

saya lapor ke ibu saya klo kejadiannya kayak gitu. tapi ibu malah bilang, "ya kita ikutin prosedur dari rumah sakit aja’. ah, ternyata saya sendiri yang harus turun tangan.

di situ ada perawat yang lagi jaga, tapi bukan perawat yang tadi saya ajak ngomong –karena perawat yang tadi dah ISTIRAHAT! saya bilang klo saya mau anak saya dikasih ke ibunya, supaya bisa dapet asi eksklusif. tapi perawat yang ini bilang klo itu bukan wewenang dia karena itu adalah urusan pihak perawatan bayi. ternyata perjuangan saya masih panjang neh!

tekad saya untuk memberikan yang terbaik buat anak, mulai dari awal2 kehadirannya di dunia, bikin saya berani bilang lagi ke perawat awal, dan berhasil! walau dengan sedikit terlihat kesal ketika bangun dari tidur nyenyaknya ibu perawat tetep nolongin saya mempersiapkan dedek ketemuan sama ibunya.

dedek dimasukin ke semacem kereta bayi, tapi ala rumah sakit. klo mo tau bentuknya, dateng aja ke RSHS, hehe.. gak penting koq ^^’ saya sendiri yang dorong kereta bayi itu, karena si ibu perawat ISTIRAHAT lagi!

tapi gawat, asi istri belum keluar deras. duh, apa lagi neh? nampaknya masih juga si dedek dikasih cobaan di awal hembusan nafasnya di dunia (^__^). pokoknya dedek harus merasakan asi sebagai makanan yang pertama kali masuk ke mulutnya! diakalin deh pake sedotan. eits, jangan dibayangkan si dedek nyedot asi ibunya pake sedotan ya! asi yang sedikit tadi dikeluarin trus ditampung di sedotan. nah, sedotan itu yang dimasukin ke mulut dedek. lumayan lah walau belum begitu banyak.

————————————————————

nb: kutipan perkataan gak sama persis dengan aslinya. tapi semoga inti pembicaraannya gak salah

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King

-->
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service