Soul Healing
memperbaiki diri sendiri dengan cara memfokuskan diri kepada kebaikan2 yang ada di dalam diri sendiri.
selama ini tanpa sadar saya mengerdilkan diri sendiri dengan terlalu fokus pada keburukan diri. alhasil saya menganggap rendah apapun bentuk kebaikan yang saya lakukan, dan ‘menggunakan’ keburukan yang ada sebagai apa yang saya sebut ’self destruction tool’.
kesadaran bahwa saya sebenarnya adalah seseorang yang baik datang dari orang2 yang secara tulus meyakinkan saya bahwa tidak seharusnya perasaan rendah diri ada di dalam diri saya.
saya melihat bahwa dengan menjadi orang yang baik bukan hanya membawa kebaikan untuk diri sendiri tapi juga untuk orang2 di sekitar saya.
menjadi orang baik berarti mengeluarkan segala potensi kebaikan yang ada di dalam diri untuk –ternyata– diberikan kepada orang2 di sekitar kita. dan yang saya syukuri adalah karena berbuat baik kepada orang lain dan melihat mereka bahagia adalah sesuatu yang membahagiakan buat saya.
saya menyadari banyak hal belakangan ini. tadinya saya bingung, nampaknya tidak ada yang salah dengan konsep ‘membahagiakan orang lain berarti membahagiakan diri sendiri’. tapi kenapa saya tidak juga merasa bahagia? ternyata ada yang salah dalam pelaksanaan konsep tadi. saya menganggap bahwa tidak penting untuk saya menjadi lebih baik, karena yang lebih penting adalah membuat orang lain menjadi lebih baik.
hal ini membuat saya tidak fokus pada pengembangan diri ke arah lebih baik. saya terlalu fokus pada kekecewaan saya karena merasa selalu saja tidak dapat memberikan kebaikan kepada orang2 di sekitar saya –selama ini saya merasa terlalu sering menyusahkan orang2 di sekitar saya.
alhamdulillah karena sekarang saya menyadari hal yang menurut saya sangat penting, yaitu kenyataan bahwa dengan menjadi lebih baik berarti dapat membantu orang lain untuk menjadi lebih baik. saya merasa ternyata orang lain bahagia dengan melihat saya menjadi lebih baik. bukankah itu yang saya cari, kebahagiaan orang lain?
ya, itulah yang saya cari.
