Anakku Tanggung Jawabku
anak anda adalah amanah yang diberikan sama tuhan kepada anda. di tangan andalah tuhan mempercayakan salah satu hambanya. selama anda mengikuti petunjuk tuhan tentang yang baik dan benar, anak anda akan menjadi apa yang tuhan harapkan.
yang terpenting adalah, selama anda yakin bahwa dengan niatan yang baik dan tulus untuk memberikan yang terbaik untuk anak anda, tetap berpegang teguhlah pada prinsip anda. jangan terpengaruh dengan pendapat orang lain yang menurut anda tidak baik, apa pun itu, walaupun dengan alasan demi kebaikan anak anda.
maksud saya bukan menutup telinga dari pendapat orang lain, tapi tutuplah telinga anda ketika anda yakin bahwa keputusan anda adalah yang terbaik untuk anak anda.
sebenernya ini kata2 buat saya sendiri, karena saya sempet menyesal karena gak segenap hati memegang teguh prinsip saya, apalagi menyangkut anak saya sendiri. cerita berikut masih berlanjut dari postingan saya yang sebelumnya.
—–
beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit, asi istri masih kurang juga. waktu itu di rumah ada saya, istri, ibu saya, dan ibu bapak mertua.
waktu itu, malam2 dedek nangis kenceng banget, kelaperan. istri stress karena ngerasa gak mampu memenuhi kebutuhan anaknya. dan semua orang yang ada di rumah, termasuk saya, juga ngerasa sangat khawatir dengan dedek. saya sama sekali gak kepikiran buat ngasih susu formula buat dedek, karena asi eksklusif menurut saya adalah yang terbaik.
tapi sayangnya saya dapet masukan yang salah. semua orang di rumah menyarankan saya supaya beli susu formula buat dedek. awalnya saya kekeuh gak mau karena takut ngerusak masa depan anak. tapi berhubung gak dapet dukungan dari orang2 terdekat termasuk istri saya, dan ngeliat dedek yang nangis2 terus gak mo berhenti, goyah juga deh akhirnya hati saya. akhirnya saya ngalah dan mau beli susu formula.
setelah dikasih minum susu formula emang dedek gak nangis lagi, tapi tetep saya ngerasa bersalah karena ngerasa udah ‘ngeracunin’ dia sama sesuatu yang gak seharusnya masuk mulut dia di umurnya yang baru beberapa hari.
selama sekitar satu minggu dedek dikasih asi ++. pas waktunya periksa rutin ke dokter, ada hal yang membuat kami khawatir, yaitu karena dedek divonis ‘kuning’. lalu dokter meminta kami untuk memeriksakan darah anak saya.
proses pengambilan darah bahkan bisa jadi cerita tersendiri nih, karena inget bagaimana istri saya begitu khawatir anaknya mau diambil darahnya ^^’ jadi saya deh yang nemenin dedek pas diambil darah, istri nunggu di luar karena merasa gak tega.
cukup lama hasil lab keluar. dan yang tertera di kertas hasil lab bukan sesuatu yang mengenakkan hati. saya bukan orang kesehatan, tapi begitu melihat angka bilirubin 12,59 padahal di sebelahnya tertulis seharusnya 1,00, bikin saya rada cemas. angka 1,00 dan 12,59 bukanlah angka yang dekat, tapi cukup jauh! artinya ada sesuatu yang serius yang menimpa anak saya.
kemudian kami mengabari dokter hasil lab tadi. dokter langsung menganjurkan kami untuk menyerahkan dedek untuk dirawat secara intensif di rumah sakit. biaya perawatan yang tersebut dari mulut dokter bikin saya rada lemes, maklum, angkanya gak sedikit ^^’ tapi saya pikir, saya harus dapet second opinion.
saya bilang ke dokter bahwa dedek sempet dapet asupan susu formula di samping asi. dokter terlihat sedikit kecewa mendengar cerita saya. dokter menasehati saya masalah asi dan susu formula. dokter bahkan menempatkan susu formula sebagai jalan keluar terakhir untuk memenuhi kebutuhan gizi dedek.
saat itu saya merasa sangat kecewa karena merasa gagal dalam memberikan yang terbaik buat dedek, dan leibh menyesal karena tadinya saya melakukanhal yang benar dengan menolak susu formula tapi goyah karena ‘tekanan’ dari orang2 sekitar. saya meminta ijin dari dokter supaya dedek tidak langsung dirawat. dokter setuju2 saja karena selama dedek masih aktif dan kuat hisapan neteknya, masih ada kemungkinan ‘kuning’nya hilang secara alami.
saat itu bukan cuma dokter yang ‘memarahi’ saya, tapi kebanyakan orang yang saya mintai pendapat juga menyalahkan kami yang memberikan susu formula untuk dedek. mereka bilang bahwa bagaimana pun keadaan asi seorang ibu, itulah yang terbaik –kurang lebih gitu deh inti nasihatnya.
mulai dari situ saya sepakat dengan istri bahwa akan kompak memberikan asi sepenuhnya dan mulai meninggalkan susu formula, walaupun dedek nantinya akan nangis karena kelaparan dan walau pun orang2 merasa kasihan liat dedek kelaperan!!!
subhanallah, ini pasti memang rejekinya dedek. setelah berhasil meyakinkan diri sendiri dan juga istri bahwa asi adalah yang terbaik, kami mulai bertekad untuk berjuang memberikan hanya asi untuk dedek. satu2nya cara ya dengan memperbaiki kondisi psikologis istri, memperbaiki pola makan, dan saya sebagai suami membantu lewat dukungan yang membangkitkan semangat. jadi kami mulai SAY NO TO SUSU FORMULA, dan SAY YES TO ASI.
selang satu minggu setelah kunjungan ke dokter, saya merasa khawatir melihat dedek yang menurut kami masih ‘kuning’. dan dedek mulai kelihatan males netek ke ibunya –saya liat pas malem, jadi gak tau itu karena penyakit atau sekedar karena ngantuk. kami putuskan keesokan harinya ke dokter lagi demi memastikan kondisi dedek.
besoknya kami ke dokter lagi. alhamdulillah dokter bilang dedek udah gak terlalu ‘kuning’ kayak minggu sebelumnya. supaya lebih yakin dokter meminta kami untuk memeriksakan lagi darah dedek.
lagi2 kisah ibu yang khawatir anaknya diambil darah terjadi, hehe… saya lagi yang nemenin dedek pas diambil darah, istri nunggu di luar. proses ngambil darah yang sekarang lebih bikin saya khawatir karena ngeliat perawat yang sekarang gak seterampil perawat minggu sebelumnya. dia malah keliatan panik dan bingung sendiri.
dia bilang, "susah nih karena bayi, gerak2 mulu’. nah lho, saya bilang aja, "minggu kemaren cepet koq, gak lama". heeeeeeehhhhh…. emang dari dasarnya dia aja kurang ahli! jadi dedek lama banget nangisnya karena darahnya susah keluar. istri bilang di luar gak cuma dia aja yang miris denger dedek nangis2, tapi orang2 orang lain juga ikut prihatin ^^’ luar biasa dedek ini, banyak yang sayang, alhamdulillah…
sekitar dua jam kemudian hasil lab keluar, dan subhanallah, bilirubin dedek sekarang 4 labih sekian!!! jelas jauh turun dari angka sebelumnya yang 12,59. dokter kami hubungi lagi, dan dokter langsung bilang, "alhamdulillah klo gitu" dengan nada yang gak kalah leganya dengan kami.
terus terang saya ngerasa sangat bangga, terutama buat istri dan anak saya. merekalah yang berjuang supaya keadaan jadi sebaik sekarang. dan sampe hari ini alhamdulillah asi istri masih lancar dan dedek bahkan dah lebih sering netek ke ibunya.
anak anda adalah tanggung jawab anda. jangan serahkan tanggung jawab itu ke orang lain, karena tuhan udah mengirimkan rejeki anak anda lewat diri anda sendiri, insya Allah.
semoga cerita ini dapat membantu orang2 yang ingin memberikan yang terbaik buat anaknya, terutama lewat asi sebagai sumber gizi awal yang terbaik untuk bayi.
